Impian dan Mengihlaskan

Share

Gadis itu berjalan penuh semangat menuju rumahnya. Ya, Akilla Az-Zahra, sambil membawa map di tangannya yang entah apa itu isinya. Ia ingin segera menjumpai rumahnya. “Bu … Ibu … lihat ini deh”, dia memanggil ibunya yang sedang memasak. “Assalamualaikum …” peringat ibunya. “Assalamualaikum ibu …”, Akilla membeo seraya tersenyum kikuk dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Wa’alaikumsalam, kenapa kok kamu sebahagia ini?” tanpa aba-aba map itu langsung disodorkan pada ibunya. Ibunya menatap heran sebentar pada anaknya, lalu beralih membaca map itu dan membacanya perlahan, percayalah, nilainya mendekati sempurna. Akilla Az-Zahra, Bahasa Indonesia = 95, Bahasa Ingrris = 100, IPA = 98, MTK = 100. Ibunya memluk Akilla bahagia, “Ibu bangga banget!” Akilla lebih mengeratkan pelukannya, dia juga bangga.

Setelah berpeluk ria dengan ibunya, kini Akilla di depan plan mading miliknya, sempat menatap miris pada salah satu tangga yang kini telah selesai dia tamati. SMPN 1 adalah targetnya tetapi apalah daya ayahnya lebih menyuruh dia di SMP Garuda karena lebih dekat dengan rumahnya. Kini, plan selanjutnya adalah SMAN 1 dan nilainya nyaris sempurna tadi merupakan hal yang harus dicapai untuk menapakinya, dia harus segera membicarakan ini pada orangtuanya. “Abis ini ke SMAN 1 yeay …!” Dia sangat ingin sekolah itu.

Hanya ada ayah, ibu, dan Akilla di meja makan. Tiba-tiba ayah membuka pembicaraan, “Akilla kata ibu nilainya bagus.” Akilla tersipu dan mengangguk penuh percaya diri. “Akilla mau apa?” tanya ayahnya. “Akilla mau lusa depan ayah yang nganter Akilla buat tes di MAN 1”, raut wajah ayah berubah. Ayah menatap Akilla tajam. “Enggak, ayah tidak mau mengantarkanmu apalagi mengizinkanmu ke sekolah manapun kecuali pesantren. Ayah sudah memilihkan pesantren terbaik untukmu.” Ucap ayah sambil berlalu. “Ihh … ayah, Killa dari dulu pinginnya sekolah di sana, Killa gak mau pesantren, kenapa sih ayah selalu begini, Killa udah nurut semua permintaan ayah. Dulu ayah gak bolehin Killa ke SMPN 1 alasannya terlalu jauh, sekarang alasan apalagi yah?!” ucap Killa sambil menangis. Dunianya seakan runtuh, semua kebahagiaan Killa hilang seketika mendengar perkataan ayah. “Killa, ibu tahu keinginanmu dan impianmu, tapi keputusan ayah juga ada baiknya. Pesantren itu baik buat masa depanmu, di sana kamu akan diajari ilmu yang tidak pernah kamu dapatkan di manapun. Ibu yakin kamu pasti suka di sana.” Ujar ibu menerangkan Killa. “Sekarang kamu istirahat dulu, ibu kasih kamu waktu semalam untuk memikirkan baik-baik keputusanmu. Besok, apapun keputusanmu ibu menyetujuinya dan akan membujuk ayahmu.” Makasih bu!” ucap Killa kemudian pergi ke kamarnya.

Di kamarnya, Killa benar-benar memikirkan keinginannya, keinginan ayahnya dan kata-kata ibunya, semakin lama Killa semakin pusing dan memutuskan untuk berselancar di sosmed untuk menenangkan pikirannya. Hingga akhirnya Killa menemukan sebuah quotes “Ilmu dunia bagaikan bayanganmu, sejauh manapun kamu berlari mengejar ilmu akhirat, maka bayanganmu akan terus mengikuti”, Killa terdiam dan meresapi semua kata-kata tersebut. Hingga Killa tersadar akan perkataan ibunya. Ternyata orangtuanya tidak salah memilihkan pendidikannya. Killa tersenyum penuh arti dan mengangguk mantap dengan keputusannya.

Keesokan harinya Killa menemui ibunya untuk mengutarakan keputusannya. Ibunya sangat senang mendengarnya kemudian menemui ayahnya. “Yah … Killa mau sekolah di pesantren!” ayahnya terkejut mendengarnya. “Alhamdulillah Killa, ayah kira kamu gak bakal mau, ayah ingin kamu di pesantren itu demi masa depanmu. Di luar sana banyak pergaulan bebas, ayah tidak mau terjadi apa-apa denganmu.” Makasih Yah, makasih sudah memikirkan masa depan buat Killa, Killa sayang ayah.” Ucap Killa sambil memeluk ayahnya. Akhirnya Killa tersenyum penuh arti dan tersadar. Di manapun kita mencari ilmu kita pasti bisa mendapatkannya, karena ilmu yang kita inginkan pasti bisa kita gapai dengan berusaha. Barokah Al-Batul.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *